- Bertanya, jangan malu untuk bertanya. Pepatah bilang "malu bertanya sesat dijalan", ya kaan? makanya sering-seringlah bertanya, apalagi buat kamu yang masih sedikit awam mengenai olimpiade, tanyakan apa yang tidak kamu ketahui kepada orang yang lebih ahli.
- Latihan, dengan latihan, kamu akan terbiasa untuk mengerjakan soal-soal yang setipe. Karena kebanyakan soal olimpiade itu sama, cuma diubah kata-katanya aja. :) Dengan latihan, itu akan membuat kamu terbiasa untuk memcahkan masalah. itu akan meningkatkan kemampuan Problem Solving kamu.
- Berdo'a. jangan pernah lupa berdoa sama yang Maha Kuasa. karena tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya. ^_^
Minggu, 01 Juni 2014
Tips ikut Olimpiade Sains
Hello guys, ini tulisan kedua hari ini. maklumlah blog baru ^^ Sekarang lagi pengen ngepost tentang "Tips ikut Olimpiade Sains". buat kalian yang ikut Olimpiade Sains atau pengen ikut, silahkan baca tips-tips berikut ini.
Cerita Pendek
AWAN (SS) (Ditulis oleh : Fitri Novayanti)
^^^
Cakka bahagia. Cukupitu, dan aku akan ikut bahagia. Setiap hari aku melihatnya, memandangnya walau diatak kan pernah tau. Seperti hari ini aku melihatnya menyatakan cintanya padaAcha. Aku tau, kami berpisah sudah lebih dari enam bulan. Jadi wajar saja untukcowok setampan dan sebaik dia untuk move on. Tapi mengapa hati ku sakit, saatmelihat Acha menganggukkan kepala menjawab pertanyaan Cakka. Bukankah ini yangkuinginkan? Melihat Cakka bahagia?
“Bukankah iniyang kamu inginkan? Melihatnya bahagia?” aku menoleh ke Alvin yang menyilangkantangannya di depan dada. Heran kenapa cowok ini selalu mengikutiku.
Aku memutar bolamataku yang indah. Dan berjalan meninggalkan Alvin. Pengintaian ku selesaiuntuk hari ini. Dan aku harus menata hatiku yang hancur untuk pengintaianselanjutnya, yang pastinya penuh siksaan.
“Well, seharusnyakamu ikut senang melihatnya.” Cerocos Alvin yang terus mengikutiku. Aku berbalikke arahnya. Menatapnya tajam.
“Bisa nggak kamunggak usah ganggu aku? Dan aku nggak butuh komentar kamu.” Ucapku jengkel.
“Well, aku Cuma mauberteman.”
“Dan aku nggakmau berteman dengan kamu, ngerti?”
“nggak.” Jawabnyadengan tampang polos.
Grrrrr... andaiaku bisa bunuh dia.
^^^
Mereka memangpasangan serasi. Hari ini, Cakka pergi ke kampus bareng Acha. Dia kelihatanbahagia. Dan seharusnya aku ikut bahagia, tapi kenapa aku seperti inginmenangis. Huh, emangnya aku bisa menangis? Entahlah.
“Lihat merekapasangan yang sangat serasi, bukan?” oh god, kapan sih cowok satu ini nggakganggu aku sebentar aja.
Aku menatap tajamke Alvin. Seakan mengatakan ‘nggak butuh komentar dan bukan urusan kamu!’. Tapidasar ni cowok sableng, dia hanya tersenyum.
^^^
Congratulation. Akutau Cakka pasti bisa. Dia pasti menang di festival gitaris ini. Dia pemaingitar terhebat yang pernah aku kenal. Rasanya aku ingin memeluknya danmengucapkan selamat. Andai itu bisa terjadi.
Cakka menurunipanggung dan menghampiri seseorang dan memeluknya. Acha. Aku berlari ke arahmereka. Hei, seharusnya aku yang ada di posisi itu. Seharusnya aku yang dipelukan Cakka. Seharusnya hanya aku yang ada di hati Cakka. Tapi apa yang bisaku perbuat. Bahkan untuk menyentuhnya pun aku tak bisa.
“Aku mau bawakamu ke suatu tempat.” Ucap Cakka setelah melepaskan pelukkannya.
“Kemana?”
“Meminta restu.”Cakka menggandeng Acha menuju parkiran.
“Wow, kayaknyamau ada lamaran nih.” Lagi-lagi komentar nggak penting dari Alvin.
Minta restu? ApakahCakka akan mengenalkan Acha ke Mamanya? Secepat itu? secepat itukah diamelupakan aku? Secepat itukah posisi ku di hatinya tergantikan?
^^^
Aku terusmengikuti mereka. Tapi kenapa mereka memasuki daerah pemakaman. Cakka dan Achakeluar dari dalam mobil, dan berjalan menyusuri jalan setapak antaramakam-makam. Aku terus mengikuti mereka. Dan Alvin yang terus mengikutikukemanapun. Cakka berhenti di sebuah gundukan makam. Cakka jongkok di sebelahmakam itu, dan mengelus nisan itu. Hei, sepertinya makam itu tidak asing untuk ku.
Aku menutup mulutkerena terkejut saat menyadari makam siapa itu.
“Hei, aku datang.Maaf aku baru bisa datang sekarang. Kamu pasti tau alasannya. Iya, karena akunggak sanggup mengakui kamu udah ninggalin aku. Kamu tau hidup tanpa kamubagaikan mimpi buruk buat aku. Tapi seperti yang kamu bilang, Life must go on. Danaku akan buktikan aku bisa.” Cakka berucap dengan suara parau menahan tangis.
“Kka, yang kuat ya.Biarin dia tenang di alamnya. Kamu harus ikhlas, jangan tahan dia lagi. Kasian diayang melayang-layang tanpa arah, dan nggak bisa ngelanjutin ke tujuan.” Achamengusap bahu Cakka lembut.
“Aku udahikhlasin kamu. Maaf karena aku butuh waktu yang lama buat melepaskan kamu. Aku udahmenemukan sosok baru. Aku harap kamu merestui hubungan kami. Jangan cemburu,karena cinta aku nggak akan hilang buat kamu.” Cakka mencium batu nisan itulembut. Nisan bertuliskan Agnita Naila. Bersamaan dengan itu tubuhku perlahanmemudar.
“Ag, tubuh kamu.”Ucap Alvin.
“Iya, vin. Sepertinyakontrak aku untuk gentayangan di bumi udah abis.” Ucapku senang bercampursedih.
“Selamet, kamuudah bisa lanjut ke tujuan selanjutnya.”
“Maksih, vin. Kamujuga jangan lama-lama keliaran di bumi.”
“hahaha, akubakal segera nyusul kamu kok. Tunggu aja.”
Setelah berbulan-bulandi buntutin cowok ini, aku baru tau dia sosok teman yang baik. Andai sikap kubisa sedikit bersahabat dengannya.
“Thanks, vin. Karenaudah nemenin gue selama jadi hantu. Bye.”
“iya sama-sama. Bye.”
Dan aku harusmelanjutkan perjalanan.
END
NB : Untuk menghubungi penulis, silahkan tanyakan di kolom komentar :)
Langganan:
Postingan (Atom)